Posted on

Samir Handanovic Kecam Performa Internazionale

Samir Handanovic Kecam Performa Internazionale

Samir Handanovic Kecam Performa Internazionale

Samir Handanovic Kecam Performa Internazionale

Handanovic mengklaim Inter tampil tanpa determinasi saat gagal mengalahkan Chievo di Giuseppe Meazza.

Samir Handanovic mengecam performa Internazionale secara keseluruhan yang hanya mampu bermain imbang tanpa gol kontra Chievo dalam lanjutan Serie A Italia musim ini.

Dalam laga yang berlangsung di Giuseppe Meazza, Minggu (3/5) malam WIB, kiper asal Slovenia tersebut tampil gemilang dengan menyelamatkan gawangnya dari sejumlah ancaman Chievo.

“Ini hasil akhir yang harus diterima meski tidak baik. Kami bermain terlalu bernafsu untuk menang sehingga mendapatkan risiko tekanan dari lawan,” tutur Handanovic kepada Sky Sport Italia.

“Hasil imbang tidak memuaskan kami. Kami bergerak seperti mobil yang hanya memiliki satu gigi dan kurang determinasi, tidak ada perubahan sepanjang pertandingan.”

“Ini bukan kali pertama musim ini kami gagal memenangkan laga yang seharusnya kami bisa menangkan. Kini kans untuk lolos ke Eropa semakin mengecil,” pungkasnya.

Meski begitu, Agen kiper Fc internazionale Samir Handanovic menyatakan kontrak baru untuk kliennya saat ini sedang dalam proses pembicaraan.

Kendati mencuat nada pesimistis dari manajemen Nerazzurri, sang perwakilan Handanovic itu mengisyaratkan masih ada harapan untuk dia bertahan di Giuseppe Meazza.

Posted on

Sejarah Hari Ini 3 Mei Gelar Pertama Wenger Di Arsenal

Sejarah Hari Ini 3 Mei Gelar Pertama Wenger Di Arsenal

Sejarah Hari Ini 3 Mei Gelar Pertama Wenger Di Arsenal

Sejarah Hari Ini 3 Mei Gelar Pertama Wenger Di Arsenal

Ketika menyebut Arsenal, sebagian besar dari Anda tentu akan langsung terbayang wajah Arsene Wenger, yang tak lain merupakan manajer tim tersebut. Ya, sosoknya begitu melegenda di Tim Meriam London. Ia bagaikan Brian Clough ketika menyebut Nottingham Forrest, Francesco Totti ketika menyebut AS Roma, Raul Gonzalez ketika menyebut Real Madrid dan tentunya Sir Alex Ferguson tatkala menyeletuk kata “Manchester”.

Untuk mencapai titik itu, Wenger harus melalui proses yang panjang dan terjal, sejak Arsenal menunjuknya sebagai manajer 18 tahun silam. Ia sukses mengangkat kembali derajat The Gunners dari yang tadinya selalu terpuruk di papan tengah, menjadi tim yang konsisten berada di papan atas klasemen. Ia juga mempersembahkan deretan gelar sebagai penegas bahwa Arsenal adalah salah satu klub terbaik Inggris.

Tak heran jika Wenger masih bertahan hingga kini dan membangun dinasti kepemimpinannya. Dan sebagai penanda akan kisah suksesnya, gelar Liga Primer Inggris di musim 1997/98 mungkin bisa dijadikan titik mula.

Sejatinya Wenger diragukan bisa mengantarkan Arsenal ke tangga juara di musim 1997/98. Musim Marc Overmars cs diawali dengan kegagalan memalukan di babak pertama Piala UEFA. Secara mengejutkan mereka kalah dari wakil Liga Super Yunani, PAOK Salonika, dalam dua pertemuan kandang-tandang.

Namun kegagalan tersebut membuat Arsenal jadi lebih fokus dalam mengarungi kompetisi domestik. Hal itu terbukti dengan bercokolnya mereka di puncak klasemen, setelah melalui 12 matchday perdana lewat torehan identik, dengan enam kemenangan dan enam hasil seri.

Namun setelahnya, asa akan raihan gelar EPL pertama malah menjauh dari Arsenal. Mereka terjun ke perinFgkat lima pada matchday 18, setelah kalah tiga kali dari enam partai sebelumnya. Untungnya Wenger sukses membangkitkan moral tim asuhannya hingga sukses menampilkan puncak performa.

Pasca kalah dari Blackburn Rovers di kandang sendiri pada matchday 18 tersebut, secara luar biasa Tim Gudang Peluru melalui 17 laga beruntun tanpa pernah kalah. Mereka bahkan sanggup menorehkan delapan kemenangan beruntun, termasuk melawan sang rival, Manchester United, hingga sampai di hari penentuan pada 3 Mei 1998.

EPL memasuki matchday ke-36, yang artinya hanya ada tiga pertandingan sisa di musim tersebut. Arsenal berada di puncak klasemen dan di ambang juara, dengan unggul tujuh poin atas United di posisi runner-up.Everton jadi tamu di Highbury dan jika berhasil menang, maka Arsenal bakal merengkuh gelar EPL perdana, sekaligus torehan ke-11 di Liga Inggris.

Luar biasa! Emmanuel Petit cs tampil amat memesona dan menunjukkan bahwa Arsenal layak jadi juara. Di babak pertama Gooners sudah unggul 2-0, melalui gol Slaven Bilic dan Marc Overmars. Lewat permainan atraktif dan menyerang, mereka kemudian menggandakan keunggulan di babak kedua lewat gol kedua Overmars dan gol telat sang kapten, Tony Adams.

Laga berakhir 4-0 untuk kemenangan Arsenal. Mereka pun dipastikan jadi kampiun EPL untuk kali pertama, sekaligus jadi torehan perdana Wenger sebagai manajer di klub kebanggan London Utara tersebut. Tak behenti sampai di situ, 13 hari berselang Sang Profesor juga sukses mengantarkan Arsenal merengkuh double winners, lewat gelar Piala FA.

Posted on

Massimiliano Allegri Belum Fokus Pada Real Madrid

Massimiliano Allegri Belum Fokus Pada Real Madrid

Massimiliano Allegri Belum Fokus Pada Real Madrid

Massimiliano Allegri Belum Fokus Pada Real Madrid
19 October 2008: Allegri head coach of Cagliari in action during the Italian Serie A 7th round match played between Torino and Cagliari at Olympic Stadium in Torino. © Valerio Pennicino / GRAZIANERI

Juventus bakal menjalani laga sulit dengan menjamu Fiorentina, dalam lanjutan Serie A Italia giornata 33, Kamis (30/4) dini hari WIB.

Pelatih Juve, Massimiliano Allegri, lantas menegaskan jika timnya hanya menaruh fokus pada laga tersebut dan masih belum memikirkan duel semi-final Liga Champions tengah pekan depan, hadapi Real Madrid.

“Kami tak memikirkan dan belum menaruh fokus pada Real Madrid. Kini kami harus melakukan persiapan terbaik sebisa mungkin untuk melawan Fiorentina,” ungkap Allegri, seperti dikutip Goal Italia. Juventus mungkin berpredikat underdog di hadapan Real Madrid, namun pelatih Massimiliano Allegri tetap optimistis menatap kans Si Nyonya Tua mengeliminasi El Real di semi-final Liga Champions.

Allegri tidak ciut dengan nama besar Los Merengues, dan meyakini pasukannya punya kapasitas untuk memaksa Cristiano Ronaldo cs tunduk,  Sang jawara bertahan yang berambisi menjadi klub pertama yang merebut dua titel beruntun di era UCL.

“Ini sebuah laga menarik melawan kampiun Eropa, tim mengagumkan,” katanya kepada Sky Sport Italia.

“Kami menyadari kemampuan kami, dan kami ingin melakukan apa yang kami bisa sampai akhir. Kami tak memiliki rasa takut, tapi kami menghormati Real.”
“Kami butuh empat poin untuk memastikan juara secara matematis, karenanya kami harus berupaya mengalahkan mereka dengan performa yang maksimal,” tegasnya.

Musim ini Juve sudah bentrok tiga kali dengan Fiorentina. Hasilnya berimbang dengan kedua tim masing-masing mengoleksi satu kemenangan dan sekali imbang.

Posted on

Paul Pogba Akan Turun Hadapi Madrid

Paul Pogba Akan Turun Hadapi Madrid

Paul Pogba Akan Turun Hadapi Madrid

Paul Pogba Akan Turun Hadapi Madrid

Gelandang andalan Juventus, Paul Pogba, dikabarkan berpotensi besar untuk turun menghadapi Real Madrid, pada leg pertama semi-final Liga Champions, tengah pekan esok.

“Pogba? Ia akan menjalani tes lagi di hari Kamis (30/4), namun saya kira ia akan baik-baik saja, jadi itu berarti dirinya akan bergabung lagi dengan tim pekan depan,” tutur Allegri optimistis, seperti dikutip Goal Italia.

Hal itu dikonfirmasi sendiri oleh pelatih I Bianconeri, Massimiliano Allegri. Pogba yang sudah menepi nyaris dua bulan akan menjalani tes final tas cederanya, pada Kamis (30/4) siang waktu Italia.

Sebelumnya Il Polpo Paul memang diharuskan menepi dari lapangan sedikitnya 50 hari akibat cedera lutut di awal Maret lalu, kala Juve bertandang ke markas Borussia Dortmund.

Di Kabar lain, Paris Saint Germain telah membuka diskusi dengan Paul Pogba perihal kemungkinan perpindahan nya dari Juventus.

Kejuaraan Italia tetap memasang telinga meskipun tidak ada tawaran formal yang di untuk klub untuk Prancis Internasional

Pogba dan perwakilannya telah menemui President Paris Saint Germain Nasser Al khelaifi di Monte Carlo pada Selasa. Ketika di tanya Media prancis ” Kenapa saya menemui pogba? karena dia adalah seorang yang bertalenta luar biasa, dia seorang berkebangsaan Prancis, dan dia dari Paris. Semua juga setuju, bahwa banyak klub besar menginginkan diri nya.

Posted on

Thiago Silva: Musim Ini, Javier Pastore Lebih Baik

Thiago-Silva-PSG

Thiago Silva: Musim Ini, Javier Pastore Lebih Baik 

Thiago-Silva-PSG

Kapten sekaligus bek Paris Saint-Germain Thiago Silva tanpa ragu menyebut performa Javier Pastore di musim ini lebih baik ketimbang Zlatan Ibrahimovic.

Silva menilai penampilan Pastore di sepanjang Ligue 1 Prancis 2014/15 tiada bandingnya. Seperti diketahui, gelandang serang asal Argentina itu mampu menceploskan lima gol dan 13 assist dalam 30 pertandingan liga untuk membantu PSG menduduki puncak klasemen.

“Pastore sedang menjalani musim terbaiknya bersama PSG. Dia adalah pemain terbaik di kompetisi ini. Bagi saya, dia lebih baik ketimbang [topskor Ligue 1 Alexandre] Lacazette,” ujar Silva kepada Le Parisien.

“Lihat saja jumlah assist yang berhasil ia bukukan. Dia adalah pemain terpenting di PSG. Apakah lebih berkontribusi ketimbang Zlatan? Ya, karena Pastore-lah yang memberikan bola kepada Zlatan!” serunya.

Selain itu, bek asal Brasil itu juga membahas kemenangan 3-1 atas Metz yang baru saja mereka raih pada Selasa (28/4) kemarin. “Kami pantas menang. Meski tanpa Zlatan, kami tetap mampu mencetak tiga gol. Saya sangat percaya diri menghadapi laga berikut melawan Nantes pada Minggu esok. Zlatan juga akan kembali, jadi artinya kami akan mencetak lebih banyak gol,” imbuhnya.

Posted on

Inter Bekuk Permainan Udinese

inter

Inter Bekuk Permainan Udinese

interBerstatus tim tamu tak membuat Inter lemah. Tim tamu pun menekan di pertahanan Udinese di awal-awal babak pertama. Tendangan Icardi dari jarak 25 meter masih melayang tinggi di atas mistar gawang Udinese.

Menguasa jalannya laga membuat Inter mendapat sejumlah peluang. Kali ini melalui Freddy Guarin yang mendapatkan peluang bagus, namun sontekannya masih dapat digagalkan kiper Udinese, Orestis-Spyridon Karnezis.

Udinese bukannya tanpa peluang. Melihat ada ruang tembak, Allan mencoba peruntungannya dari jarak jauh, tapi bola belum tepat sasaran.

Inter kembali mendapat kans mencetak gol. Umpan lambung Danilo D’Ambrosio mengarah ke Icardi, sayangnya bola belum mengarah ke gawang Karnezis.

Tak lama kemudian, Karnezis menunjukkan aksi heroiknya dalam menyelamtakan gawang Udinese. Dia menggagalkan usaha mencetak gol Hernanes.

Karnezis benar-benar menjadi momok Inter dalam usahanya mencari gol. Di penghujung babak pertama, kiper berkebangsaan Yunani ini kembali menggagalkan kans Icardi.

Pertandingan berubah menjadi panas saat dua gol tercipta dalam waktu dua menit. Inter lebih dulu memimpin melalui Icardi pada menit 48, namun tak lama kemudian Udinese menyamakan kedudukan berkat aksi Di Natale.

Inter berada di atas angin lantaran Udinese harus bermain dengan sembilan pemain usai Emmanuel Agyemang-Badu menerima kartu merah pada menit 58. Sebelumnya, di babak pertama Maurizio Domizzi juga diusir wasit.

Benar saja, Inter mampu mencetak gol keduanya sekaligus membuat kedudukan menjadi 1-2. Podolski menjadi bintang karena membobol gawang Udinese dengan tendangan kaki kiri keras dari jarak jauh. Padahal, pemain internasional Jerman itu baru masuk seusai menggantikan Guarin.

Peluang emas Inter untuk unggul jauh disia-siakan Rodrigo Palacio. Sudah dalam posisi sempurna untuk langsung menendang ke gawang, dia justru memilih memberi umpan ke Hernanes dan bola berakhir jauh dari sasaran.

Meski terus menekan, Inter tak lagi mencetak gol hingga wasit Gianluca Rocchi meniup peluit tanda berakhirnya pertandingan di Friuli.